Header AD

5 Film terbaik Indonesia Tahun 2019 Versi Aku Indo



Halo sahabat Aku Indo !!
Kali ini kita ada konten Top 5 baru nih. Pada postingan ini kita bakal memposting Top 5 mengenai film Indonesia terbaik di tahun 2019.
Film adalah kumpulan dari beberapa gambar yang berada di dalam frame, dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu menjadi hidup. Film di Indonesia mulai berjaya pada sekitar tahun 70an. Awalnya film booming di salah satu stasiun TV yaitu RCTI. Berbicara mengenai film, Indonesia sendiri memiliki banyak sekali film yang seru dan menarik. Nah disini Aku Indo sudah memilih 5 film terbaik di Indonesia.
Berikut 5 film terbaik di Indonesia versi Aku Indo :


1. Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan


Film terbaru garapan Ernest Prakasa ini menceritakan mengenai Rara (Jessica Mila) yang terlahir dengan gen gemuk dan kulit sawo matang, warisan sang ayah. Sementara, adiknya Lulu (Yasmin Napper) mengikuti gen ibu mereka Debby (Karina Suwandi) yang merupakan mantan peragawati tahun 1990-an. Rara sendiri bekerja sebagai manajer riset di sebuah perusahaan kosmetik. Meski mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitar, namun Rara mencintai pekerjaannya. Untung ada Dika (Reza Rahadian), kekasih yang mencintai Rara apa adanya. Suatu hari, muncul peluang bagi Rara untuk naik jabatan di kantor, tapi bos Rara yakni KELVIN (Dion Wiyoko) mengharuskan Rara mengubah total penampilannya jika ia mau mengemban tanggung jawab baru ini.

2. Ghost Writer

Sebuah buku diary tua berisi rahasia kelam yang menyayat hati. Bagi Galih, buku ini adalah sebuah pembelaan terhadap prasangka salah kedua orang tuanya. Bagi Naya, buku ini adalah materi brilian untuk novel terbarunya setelah 3 tahun kering ide. Maka sebuah kerjasama beda alam pun dimulai.
Rangkaian alur cerita dibuat dengan baik. Hanya saja ada beberapa plot yang terasa kurang pas dan terkesan terburu-buru. Namun, dimaklumi ini film komedi yang absurd dan penuh dengan canda tawa. Misalnya, kamu akan menyaksikan bagaimana sesosok setan sedang berkomunikasi dengan manusia menggunakan lipstik. Jadi, kamu tidak perlu terlalu serius, karena Ghost Writer memang dibuat untuk menghibur.

3. Two Blue Stripes

Bima dan Dara adalah sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMA. Pada usia 17 tahun, mereka nekat bersanggama di luar nikah. Dara pun hamil. Keduanya kemudian dihadapkan pada kehidupan yang tak terbayangkan bagi anak seusia mereka, kehidupan sebagai orangtua.
Dua Garis Biru bukan film yang cerewet alias enggak banyak dialog. Hebatnya, demi efektivitas, Gina meramu semuanya untuk bisa berbicara meski enggak lewat kata-kata. Seperti, adegan dua orang yang saling tatapan, atau mimik wajah karakter, semuanya menyampaikan suatu pesan. Komedi yang ditampilkan enggak berusaha untuk bikin penonton ketawa. Malah, unsur komedi di film Dua Garis Biru ini layaknya dua sisi mata uang: positif dan negatif.

4. Habibie & Ainun 3

Film ini adalah film ketiga dari seri film Habibie & Ainun. Bila Rudy Habibie merupakan prekuel dari kisah Habibie muda, maka Habibie & Ainun 3 ini adalah prekuel dari kisah Ainun muda. Film ini mengambil latar belakang waktu tahun 1950an atau saat Ainun duduk di bangku SMA dan kuliah. Saat di SMA, Ainun dikenal sebagai sosok cerdas yang menjadi pujaan di sekolahnya.
Film ini menggunakan teknik CGI dan tata rias yang membuat para tokohnya menjadi lebih hidup. Terlepas dari segi teknik yang sangat mumpuni, film Habibie & Ainun 3 cukup menarik perhatian karena mengangkat kisah Ainun yang selama ini tak banyak diketahui orang. Meski alur kisahnya cukup membuat saya bingung karena melompat-lompat, namun pesan kuat dari film ini dapat tersampaikan dengan baik. Pesan tersebut yakni menjadi perempuan haruslah kuat dan berdaya.

5. Terlalu Tampan

Witing Tresno Jalaran Soko Kulino alias KULIN (Ari Irham). Selama belasan tahun, Kulin yang terlahir terlalu tampan menghindari masuk ke sekolah reguler dan memilih menghabiskan hampir 100% hidupnya di dalam rumah.
Film garapan sutradara pendatang baru Sabrina Rochelle Kalangie (sebelumnya dia menggarap webseries Filosofi Kopi) ini menghadirkan banyak keceriaan dan kesenangan di sepanjang durasinya. Kalau kamu sudah pernah membaca materi sumbernya, tentu mengetahui apa yang bisa diantisipasi dari film ini, dong? Pun begitu, Sabrina beserta tim produksi tak sepenuhnya mencomot mentah-mentah karena mereka turut melakukan sejumlah penyesuaian termasuk mengubah status si protagonis utama, Witing Tresno Jalaran Soko Kulino alias Mas Kulin (Ari Irham), dari anak sulung menjadi anak bungsu. 

Sekian Top 5 film terbaik Indonesia tahun 2019 versi Aku Indo. Silahkan Klik disini untuk mencari konten Top 5 lainnya. Terimakasih sahabat Aku Indo!!!

Sumber :

5 Film terbaik Indonesia Tahun 2019 Versi Aku Indo 5 Film terbaik Indonesia Tahun 2019 Versi Aku Indo Reviewed by Dean Miftahul Hamdan on 8:44 PM Rating: 5

No comments

Post AD