Cerita "Sesajen Pohon Jujuk" Part 2
Kali ini kita bakal lanjutin cerita horror "Sesajen Pohon Jujuk". Ini udah part yang kedua ya sahabat Aku Indo. Buat sahabat Aku Indo yang belum baca part 1, bisa langsung klik link dibawah yaaa hehe. (biar ceritanya nyambung).
Langsung aja nih cerita part 2 nya.
"DIA
DALAM BAHAYAAAAAA!!!!!!!"
Teriakan
itu membangunkan ku dari tidur, suara dari sosok bungkuk dalam mimpiku suara
nya terngiang-ngiang membuat telingaku sakit, keringat basah membahasi
tubuhhku, nafasku pun tak teratur.
"Siapa
yg dalam bahaya?" Tanyaku dalam hati.
Aku
keluar kamar sekedar untuk menghirup udara malam, aku bener-bener ga bisa tidur
malam itu, pikiran ku masih tidak tenan
g dengan kejadian yg aku alami belakangan ini .
g dengan kejadian yg aku alami belakangan ini .
*Jreenggg*
suara gitar kak Ray. Aku ingat betul waktu itu dia menyanyikan lagu pop jadul
yg sedang hits di jamannya. aku mendekati kak Ray, duduk di depannya, menikmati
alunan musik dan lagu yg dinyanyikan kak Ray seirama dan merdu.
Aku
memejamkan mata, samar-samar kudengar alunan lagu itu berubah menjadi sendu,
pelan, dan berganti suara perempuan, seperti seorang sinden yg menembang lagu
dengan di iringi musik tradisional, entah keroncong atau apa, lenggam itu asing
di telinga ku. Aku mencoba membuka sedikit mata dengan memicingkan sebelah
mataku dan berbisik "kak Ray..."
Panggil
ku sebelum membuka mata, tubuhku terasa ringan dan melayang, kini mataku sudah
terbuka, tak kutemukan kak Ray disana, teras rumahku berubah menjadi tempat yg
asing bagiku.
5. KEINDAHAN YANG PALSU
"Kemarilah"
sapa seorang wanita, aku masih tak mengerti aku berada dimana, aku
menggelengkan kepala.
"Jangan
takut, mari ikuti aku" ajak wanita itu dengan senyumnya yg lembut sembari
mengulurkan tangannya padaku.
Aku
masih diam dan menatap wanita itu.
"Kamu
sudah ditunggu Cakrawati" katanya.
"Siapa
Cakrawati?" Tanyaku dalam hati.
"Jangan
takut, kami bukan orang jahat" lanjutnya.
"Orang?
Jadi mereka manusia? Tapi kenapa penampilan nya aneh sekali" Batinku.
Aku
mengamati wanita yg ada di hadapanku, cantik dengan kain berwarna cream melilit
rapi di badanya, rambut nya di sanggul tinggi, ku amati keadaan sekitar, sebuah
taman dengan bunga berwarna-warni dan rerumputan hijau segar di pandang mata.
Kulangkahkan
kakiku mengikuti wanita itu, aku berjalan ditengah-tengah taman, menuju sebuah
bangunan besar di depan mataku.
"Masuk
lah" kata wanita itu, gerbang tinggi nan kokoh itupun terbuka perlahan,
disana berjejer para prajurit membawa tameng dan tombak.
"Tempat
apa ini sebenarnya?" Tanyaku.
Wanita
itu menatap ku tersenyum.
"Tempat
dimana kamu akan merasa bahagia selamanya, kamu tidak akan pernah merasakan
penderitaan, semua keinginan mu akan terwujud jika kamu tinggal disini"
terangnya.
Aku
manggut dan melihat kebawah, aku menyadari sesuatu, aku masih melayang, kulihat
kaki wanita itu juga tidak napak ditanah, ya, ini bukan tanah, tapi kabut, aku
seperti berdiri di atas kabut hitam.
"Aku
harus pulang" kataku tegas.
Dia
menahan ku dengan menggamit lenganku erat.
"Lepaskan
aku, kamu bukan manusia seperti ku" teriakku.
Dia
tetap tak melepaskan tanganku, wajahnya datar tanpa ekspresi, tatapannnya kini
sungguh mengerikan.
Dia
memberi kode kepada prajurit untuk membawaku masuk, aku meronta-ronta
melepaskan diri dari mereka, tapi hal itu sama sekali tak membuahkan hasil, aku
berteriak dan berdoa sebisa ku, memanggil mama, papa dan juga Kak Ray.
6. PESTA BESAR
Mereka
masih menarik ku membawaku ke suatu tempat yg sama sekali tak aku tau, saat
berjalan aku melihat di kanan-kiri ku makhluk-makhluk menyeramkan, badan mereka
ada yg tidk utuh, ada pula yg hancur dan melepuh, mereka berteriak melambaikan
tangan kepadaku.
Perutku
sangat mual menyaksikan mereka,
"Mereka
gila harta, maka dari itu mereka akan menjadi budak Cakrawati selama nya"
bisik wanita itu.
"Sebenarnya
siapa kamu? Apa mau mu?" Tanyaku.
"Hahahaha,
kamu memang berbeda dari yg lain, tidak salah Cakrawati mengincar mu"
jawabnya.
"Siapa
Cakrawati?" Tanyaku lagi.
"Nanti
juga kamu akan tau, dan setelah kamu tau, kamu akan disini selama nya
hihihii" jawabnya terkekeh.
Aku
masih berdoa dalam hati, kalau pun aku lari dari sini, aku tak tau harus lewat
mana dan kemana, aku yakin aku sedang berada di alam lain, atau ini mimpi?
Karena aku sama sekali tak merasakan sakit saat para prajurit ini mencengkeram
tanganku.
Setelah
berjalan cukup jauh wanita itu memerintahkan kami untuk berhenti.
"Berhenti,
ambil kotak itu!!" Perintahnya kepada prajurit.
Mereka
pun mengambil sebuah kotak berwarna hitam itu dan meletakkan di depan ku.
Wanita
itu membuka kotak yg berisikan sebuah kain biru lalu hendak mengalungkan nya
padaku, cepat-cepat aku menepisnya, dia melotot membuat badan ku kaku, kini
kain itu sudah dililitkan di leherku. Selanjutnya di kotak yg sama dia
mengambil sebuah wadah kecil dengan bubuk berwarna hitam lalu mengoleskan nya
ke keningku, aku menjerit sekeras-kerasnya, badanku sangat sakit dan panas, aku
menari-nari, berjingkat-jingkat, seperti ada orang lain yg mengontrol tubuhku.
Wanita
itu mencipratkan sebuah cairan kepada ku, seketika tubuhku menjadi ringan lagi,
tapi aku masih tak bisa mengontrol tubuhku sendiri, kulihat seluruh prajurit
berkumpul dan para wanita dengan pakaian yg sama mereka berjalan kearahku.
Mereka
duduk lalu bersujud di depan ku.
"Hormat
kami kepada Cakrawati..!!" Seru nya.
"Cakrawati?
Dimana?" Tanyaku dalam hati, aku manggut dan tersenyum.
"Peresmbahan
kita telah datang, kita akan pesta besar" ucapku.
Sumber : https://twitter.com/AyyuIkka
Cerita "Sesajen Pohon Jujuk" Part 2
Reviewed by Dean Miftahul Hamdan
on
8:44 PM
Rating:
Reviewed by Dean Miftahul Hamdan
on
8:44 PM
Rating:

Post a Comment