Header AD

Cerita “Pendakian Mistis Di Gunung Bondang”

Gunung bondang, kab murung raya, puruk cahu kalimantan tengah ...

Hari itu,adalah hari yang merupakan Awal tahun 2000,Kalimantan tengah. Disebuah warung kopi,ada 5 sekawan yang terdiri dari 3 laki laki dan 2 perempuan. Mereka sedang merencanakan pendakian di gunung yang ada dikalimantan tengah. Hari itu,adalah hari yang merupakan Awal tahun 2000,Kalimantan tengah. Disebuah warung kopi,ada 5 sekawan yang terdiri dari 3 laki laki dan 2 perempuan. Mereka sedang merencanakan pendakian di gunung yang ada dikalimantan tengah.
Sebut saja nama mereka-Esti,Dila,Andre,Rusdi dan Ramli. "Jadi kapan kita berangkat ke kalteng.?"tanya dila "Hari sabtu nanti."jawab Rusdi "Berarti 4 hari lagi dong."sahut Esti Rusdi mengangguk. "Kita juga butuh persiapan kan.Apalagi Gunung yang akan kita daki itu
Adalah gunung yang menyimpan banyak rahasia dan konon katanya banyak hantu juga disana."jawab Rusdi setengah berbisik "Aku tidak takut sama hantu."celoteh Ramli
"Kau jangan meremehkan bondang Li.! Kau tidak akan tau apa yang terjadi nanti disana jika mulutmu masih sesumbar seperti itu.!"tegur Andre "Aku tidak sesumbar.aku mengatakan yang sebenarnya,aku tidak pernah takut dengan mahluk yang disebut hantu itu.!"sahut Ramli
DIAAM.!"ujar Rusdi seraya menggebrak meja Ramli dan Andre menunduk. "Yang dikatakan Andre itu memang benar Li,jika kau masih sesumbar lebih baik kau tidak usah ikut saja.!"kata Rusdi
"Iya,iya.aku tidak akan srsumbar lagi."jawab Ramli "Saat disana,kita tetap harus sopan santun,walaupun dengan mereka yang tidak terlihat."kata Rusdi seraya bergantian menatap keempat teman2nya itu ---- Hari yang telah ditentukan tiba. Lima sahabat itu sudah berkumpul
"Dari sini 2 hari lagi kita akan sampai di purukcahu,setelah sampai purukcahu kita akan naik mesin motor ke muara laung,dari muara laung naik kelotok ke desa bondang,dan dari desa lagi kita akan meminta izin mendaki kepada tetua adat disana."kata Rusdi menjelaskan "Waduh,jauh sekali ya Rus."sahut Esti "Dan katanya jalan kita untuk mendaki itu dipenuhi Lintah dan lumpur.makanya kita harus benar benar kuat untuk kesana,tidak hanya kuat fisik,kita juga harus kuat mental.
Meski apapun yang kita temui disana,kita jangan takut.dan yang paling penting,Bersihkan hati kalian dari pikiran buruk,karena penghuni disana tidak suka jika ada orang berniat tidak baik memasuki wilayah mereka.!"ujar Rusdi lagi

"Terutama kamu Li."ujar Andre menunjuk kearah Ramli "Iya aku tidak alan macam macam."jawab Ramli Sekitar jam 8 pagi bus yang mereka tumpangi akhirnya berangkat, Perjalanan menuju kalimantan tengah dimulai.
Singkat ceritanya,kelima sahabat itupun akhirnya sampai diterminal purukcahu(purca). Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan ojek untuk ke pelabuhan yang lumayan jauh dari terminal. Setelah sampai pelabuhan,mereka mencari motor getek/mesin motor(seperti gambar dibwah
"Aku capek sekali Dil."ucap Esti seraya menyandarkan kepalanya di bahu dila "Kalian tidur saja dulu.nanti kalu sudah sampai aku akan bangunkan kalian."ujar Rusdi "Memangnya masih berapa jam lagi rus.?"tanya Dila "1 jam lebih."jawab Rusdi
1 jam kemudian. "Bangun,bangun.kita hampir sampai."Rusdi membangunkan teman temannya
Mesin motor yang mereka tumpangi mulai merapat ke pelabuhan. Setelah membayar 10 ribu perorang (udah lama ya ceritanya,kalu sekarang sudah 90 ribu perorang) Mereka kemudian masuk disebuah warung makan yang ada di hulu Pelabuhan
"Kita makan dan beli bahan makanan disini saja,soalnya kalau sudah disana makanan lumayan mahal."ujar Rusdi Rusdi,andre,ramli,dila dan esti pun makan diwarung itu,setelah selesai makan mereka kemudian membeli berbagai macam bahan makanan instan di warung itu,mulai
Dari satu dus mie instan,beberapa kaleng sarden dan kornet, "apa amang bisa mengantarkan kami ke desa bondang.?"tanya Rusdi pada salah satu pemilik kelotok yang ad disana
"Memangnya ada apa dengan desa bondang.?"tanya lelaki itu "Kami ingin mendaki gunung bondang mang."jawab Rusdi sambil tersenyum Lelaki itu mengerutkan keningnya. "Jangan pernah kesana,kalian itu orang baru,jangan coba coba kesana.saya tidak akan mengantarkan kalian."ujar Lelaki berusia 50 tahunan itu seraya berjalan menjauh. "Apa katanya Rus.?"tanya Andre "Dia tidak mau mengantar kita."jawab Rusdi singkat Tiba tiba dari datang seorang pemuda berusia 25 tahunan menghampiri mereka. "Maaf,aku tidak sengaja mendengar percakapan kau dan pak kardin. Kalau kalian mau,Aku bisa mengantar kalian ke desa bondang."kata pemuda itu seraya tersenyum ramah
Pak kardin memang seperti itu,tapi kalian tidak usah takut. Aku akan mengantar kalian kesana,dan aku juga bersedia menjemput kalian kalau kalian pulang."lanjut pemuda itu "kira kira berapa jam lagi dari sini baru sampai di bondang.?"tanya Ramli "Sekitar 6 atau 7 jam tupun kalau airnya pasang."jawab pemuda itu masih dengan bibir tersenyum "Ya sudah,lebih baik kita berangkat sekarang saja."ujar Rusdi "Yang disana itu kelotok ku."tunjuk pemuda tersebut kearah sebuah kelotok yang lumayan besar
Beberapa saat mereka memasukkan semua barang2 mereka kedalam kelotok tersebut,setelah semua barang mereka sudah tersusun rami didalam kelotok,mereka pun bergantian masuk dan perjalanan ke desa bondang dimulai
Mereka sudah memasuki sungai Laung.6-7 jam lagi mereka akan sampai didesa bondang
Selama perjalanan mereka tak ada yang mengobrol,hanya suara gemuruh mesin kelotok saja yang mengisi keheningan itu. Senja sudah beranjak malam. Sekitar jam 9 malam akhirnya mereka sampai di desa bondang. "Didesa ini ada penginapan tidak.?"tanya Ramli "Di desa ini
Tidak ada penginapan,kalau orang baru datang biasanya akan disuruh tidur dirumah tetua adat."jawab pemuda itu "Mang,mang,kantuh helu (mang,kesini dulu)"panggil pemuda tersebut pada seorang lelaki tua yang baru turun kesungai. "Buhen nah ken.?(ada apa.?)"tanya lelaki tua
"Oh,aken aken(ponakan2) baru datang ya.? Ayo sini amang antarkan kerumah tetua adat."ujar lelaki tua itu ramah
Mereka berenam pun mengikuti Lelaki tua itu. Setelah berjalan sekitar 20 menitan,akhirnya mereka sampai disebuah rumah kayu,yang merupakan rumah tetua adat. "Assalamualaikum."ucap lelaki tua tersebut sambil mengetuk pintu
Tidak berapa lama ada seorang lelaki yang berumur tak jauh beda dengan si amang. "Ini mereka baru datang." "Datang dari mana ken.?"tanya amang "Kalimantan selatan mang."jawab Rusdi "Ayo silahkan masuk."ujar tetua adat mempersilahkan mereka masuk
"Memangnya aken aken ini mau kemana.?"tanya tetua adat setelah Keenam tamu nya duduk "Kami ingin meminta izin mendaki untuk melakukan penelitian di gunung bondang mang."jawab Rusdi Tetua adat(sebenarnya beliau bukan tetua adat tapi Muntir adat-muntir adat adalah sebutan untuk tetua adat yang beragama islam-tapi karena mungkin banyak ponakan2 disini gak tau jadi om sebut saja tetua adat ya.)
Tetua adat terlihat mengerutkan keningnya sesaat lalu menarik nafas panjang. "Insyaalah kalau cuacanya bagus,besok kalian akan saya antar keatas."kata tetua adat itu kemudian "Malam ini kalian tidur disini saja,bawa saja barang barang kalian kesini,kalau ditinggal disungai takutnya air pasang."ujar tetua adat itu lagi "Inggih mang,terima kasih banyak."ucap Rusdi Keempat pemuda itupun kembali kesungai untuk mengambil barang barang mereka yang ada dikelotok. "Sur,kamu malam ini jangan pulang dulu ya."ujar Rusdi pada pemuda yang mengantar mereka
"Memangnya kenapa.?"tanya pemuda yang bernama isur itu sambil tersenyum "Aku kasihan saja sama kamu kalau harus pulang tengah malam,apalagi melewati sungai yang kiri dan kanan nya cuma hutan."jawab Rusdi seraya mengambil tas dan kardus mie
"Eh,Rus kalau dia mau pulang ya silahkan saja,lagi pula dia itukan orang asli sini sudah terbiasa dia melewati hutan."celoteh Ramli "Tidak apa2 kok,saya juga tidak berniat pulang malam ini."ucap Isur
Ahh,maharani makanan haja.(ah bikin boros makanan saja)"gumam Ramli "Huss.! Mulutmu itu memang nya tidak bisa diam ya li.?"tegur Andre yang memang tidak suka dengan sikap Ramli
"Sudah,sudah.! Lebih baik cepat ambil barang2 yang masih ada di kelotok itu."ujar Rusdi
Rus,Rus.kerjaanmu itu cuma marah2 saja."gerutu Ramli Rusdi yang mendengar itu cuma geleng geleng kepala,lalu melanjutkan langkahnya kerumah Tetua Adat. "Kau itu harus sopan li,jaga sikapmu itu.!"ujar Andre
Aku duluan Li."kata Andre seraya meninggalkan Ramli yang sedang duduk di dalam kelotok -- "Rus,kata tetua adat tadi katanya di gunung bondang itu banyak orang hilang,tidak pernah kembali setelah mendaki. Aku jadi ragu untuk pendakian besok rus."ucap Esti "Kamu percaya kan kalau niat yang baik,akan menciptakan jalan yang baik pula.sebab itulah aku katakan 'buang semua pikiran kotor kalian' kemarin kan.?"jawab Rusdi Esti menghela nafas panjang.
"Sudahlah Es,jangan ragu."sahut Andre tersenyum Saat mereka sedang asik mengobrol tiba tiba Terdengar suara pintu yang dibuka dengan keras. "Astaga Ramlii.!"ujar Andre seraya mengelus dadanya "Dila mana,!?mana dila.??"tanya Ramli dengan tubuh gemetar
"Dia sudah tidur."jawab Esti seraya menunjuk kesebuah kamar yang berseberangan dengan tempat mereka duduk Ramli bergegas lari masuk kekamar yang ditunjuk oleh Esti tersebut,disana memang ada dila yang sedang tidur nyenyak. Ramli menghela nafas Lega. "Datang2 bikin kaget memangnya ada apa Li.?"tanya Rusdi dengan nada sedikit kesal "Aku.."ucap Ramli seray menatap ketiga teman nya bergantian "Kamu kenapa.?"tanya Rusdi dengan nada sedikit kesal "Tidak apa apa."jawab Ramli "Dasar."gumam Andre seraya mengalihkan pandangannya ---- Pagi hari didesa bondang.

"Ayo minum kopi tumbuk dulu."kata tetua adat sambil tersenyum Kelima sahabat itupun bergegas mendekati tetua adat yang sedang duduk didepan rumah bersam Isur. "Ini dicoba,kacang prarau camilan khas disini."ujar Tetua adat seraya menunjuk ke dalam piring yang ada di meja tersebut
"Enak mang kacang nya."ucap Rusdi sambil mengunyah Tetua adat tertawa kecil mendengar ucapan Rusdi. "Uwek,kacang apaan ini,berminyak sekali.!"ujar Ramli seraya memuntahkan Kacang yang ada dimulutnya Plaakk. Andre Menampar mulut Ramli dengan keras. "Maaf mang,teman kami yang satu ini memang sedikit kurang ajar."ujar Andre setelah menampar mulut ramli
Tidak apa2. Memang tidak semua orang yang suka dengan rasa kacang ini."jawab tetua adat sambil tersenyum "Oh iya Mang,kalau boleh kami ingin berangkat sekarang saja kegunung bondang."ujar Rusdi Belum sempat tetua adat menjawab, Tiba tiba mereka dikejutkan dengan banyak warga yang datang kerumah tetua adat sambil menggotong 2 tubuh yang pucat. "Astaga,ada apa ya.?"tanya Esti seraya berdiri "Maaf pak,ini para pemuda yang minta izin naik kegunung bondang 6 hari yang lalu.Rios menemukan mereka di hutan sana sudah begini."ujar salah seorang warga Setelah mendengar penjelasan warga tersebut,Dila langsung Mencubit tangan Rusdi. "Aku takut rus."bisiknya
"Awen makeng.ida kawa irawa.(mereka keras kepala,tidak bisa di larang)"ujar tetua adat "Cepat bawa masuk kerumah."ujarnya lagi Setelah dua orang itu dibawa masuk kerumah,tetua adat langsung memeriksa hidung mereka. "Mereka Masih hidup.cepat panggilkan Basi Tumpang!"suruh Tetua adat pada beberapa warga yang ada diruangan itu.
Warga itupun langsung berlari keluar rumah tetua adat. "Apa yang sebenarnya terjadi pak.?"tanya Rusdi "6 hari yang lalu ada 3 pemuda yang datang kesini,mereka meminta izin untuk naik keatas bondang.saya sudah mengatakan,kalau mau mendaki jangan hari itu,karena hari itu bertepatan dengan pemberian sesajen kepada datu penunggu gunung.tapi mereka tidak mau mendengar perkataan saya,mereka tetap naik hari itu.dan beginilah akhirnya."ujar tetua adat demgan raut wajah menyesal.

Cerita “Pendakian Mistis Di Gunung Bondang” Cerita “Pendakian Mistis Di Gunung Bondang” Reviewed by Dean Miftahul Hamdan on 11:34 PM Rating: 5

No comments

Post AD